Home Misteri Cerita Jembatan Paling Angker di Indonesia

Cerita Jembatan Paling Angker di Indonesia

Cerita Jembatan Paling Angker di Indonesia – Alam memang diciptakan dengan dua sisi yang berbeda. Alam nyata dan alam ghaib. Percaya ataupun tidak hal ini memang sudah ditegaskan dalam agama. Khususnya dalam agama islam. Tempat tempat tertentu seringkali menjadi sarang ataupun ditempati oleh makhluk halus atau makhluk tak kasat mata.

Cerita Jembatan Paling Angker di Indonesia

Tempat tempat yang biasanya menjadi tempat makhluk halus adalah rumah kosong yang tak berpenghuni, tempat gelap, jembatan dan lain sebagainya. Mungkin kamu pernah mendengar ataupun nonton sinetron tentang jembatan Ancol yang katanya angker?

Nah beberapa jembatan ini bahkan terkenal karena keangkerannya. Kalau kamu mau uji nyali ataupun ingin tau seperti keangkeran jembatan jembatan ini, yuk kita simak rangkuman dari pulsk.com yang dilansir dari yukepo.com berikut ini.

1. Jembatan Ancol

Mungkin cerita angkernya jembatan Ancol, sudah menjadi legenda di Jakarta. Jembatan Ancol ternyata adalah jembatan goyang yang terletak di Jakarta Utara. Pada tahun 1995 ada seorang pelukis di Ancol yang didatangi oleh seorang wanita. Wanita itu ingin dilukis. Sesuai permintaan, pelukis itu mulai menggambar sketsa. Tetapi ketika sampai setengah bagian tubuh, wanita itu menghilang. Warga sekitar percaya bahwa wanita itu adalah Si Manis Jembatan Ancol.

Di tahun 1960-an ketika daerah Ancol masih berupa daerah tambak ada seorang pendayung yang bertemu dengan si manis. Perempuan itu naik perahu malam malam sekali dan membayar pendayung dengan selembar daun. Berdasarkan cerita dari mulut ke mulut perempuan itu bernama Mariyam(sering juga dipanggil.Siti Ariah). Dia adalah seorang gadis desa yang berparas manis dan meninggal secara mengenaskan di kawasan jembatan Ancol akibat diperkosa beberapa pemuda. Kematian yang tidak wajar inilah yang membuat sosok Mariyam menjadi penunggu jembatan Ancol. Beberapa kali dia menampakkan pada orang orang tertentu.

Hal ini juga dialami oleh Ansori. Dia adalah penjual rokok yang berada di dekat pintu keluarjembatan Ancol. Anshori mengaku pernah melihat sosok Mariyam secara langsung pada tahun 1990 di samping jembatan goyang. Ketika itu malam Jumat, dan suasana tengah gerimis. Pukul 1 pagi lewat seorang wanita. Setelah berjalan cukup jauh perempuan itu kembali lagi dan menghampiri kios Anshori sambil tersenyum. Anshori mengira bahwa sosok ini adalah seorang pembeli. Jarak mereka berdua hanya sekitar 50 meter saja. Menurut Ansori wanita itu wajahnya manis dan dia menggunakan kemeja kuning dan rok abu-abu. Ketika ditanya mau belanja apa, perempuan itu tiba tiba saja menghilang. Meskipun pakaiannnya tidak serba putih, Anshori percaya bahwa dia adalah si manis jembatan Ancol.

Jembatan Ancol Mungkin cerita angkernya jembatan Ancol, sudah menjadi legenda di Jakarta. Jembatan Ancol ternyata adalah jembatan goyang yang terletak di Jakarta Utara. Pada tahun 1995 ada seorang pelukis di Ancol yang didatangi oleh seorang wanita. Wanita itu ingin dilukis. Sesuai permintaan, pelukis itu mulai menggambar sketsa. Tetapi ketika sampai setengah bagian tubuh, wanita itu menghilang. Warga sekitar percaya bahwa wanita itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. Di tahun 1960-an ketika daerah Ancol masih berupa daerah tambak ada seorang pendayung yang bertemu dengan si manis. Perempuan itu naik perahu malam malam sekali dan membayar pendayung dengan selembar daun.

Berdasarkan cerita dari mulut ke mulut perempuan itu bernama Mariyam(sering juga dipanggil.Siti Ariah). Dia adalah seorang gadis desa yang berparas manis dan meninggal secara mengenaskan di kawasan jembatan Ancol akibat diperkosa beberapa pemuda. Kematian yang tidak wajar inilah yang membuat sosok Mariyam menjadi penunggu jembatan Ancol. Beberapa kali dia menampakkan pada orang orang tertentu. Hal ini juga dialami oleh Ansori. Dia adalah penjual rokok yang berada di dekat pintu keluarjembatan Ancol. Anshori mengaku pernah melihat sosok Mariyam secara langsung pada tahun 1990 di samping jembatan goyang. Ketika itu malam Jumat, dan suasana tengah gerimis. Pukul 1 pagi lewat seorang wanita. Setelah berjalan cukup jauh perempuan itu kembali lagi dan menghampiri kios Anshori sambil tersenyum. Anshori mengira bahwa sosok ini adalah seorang pembeli. Jarak mereka berdua hanya sekitar 50 meter saja. Menurut Ansori wanita itu wajahnya manis dan dia menggunakan kemeja kuning dan rok abu-abu. Ketika ditanya mau belanja apa, perempuan itu tiba tiba saja menghilang. Meskipun pakaiannnya tidak serba putih, Anshori percaya bahwa dia adalah si manis jembatan Ancol.

2. Jembatan Pasupati

Kejadian seram ini terjadi pada tahun 2011. Malam itu pukul 10 ada 6 pemuda yang merayakan kelulusan sekolah. Mereka sangat asyik bercanda, sambil berbicara tentang rencana kuliah. Sebelum pulang ke rumah, mereka memutuskan makan malam terlebih dahulu hingga jam 12 malam. Malam itu Bandung sedang hujan lebat. Karena sudah larut mereka memutuskan melanjutkan perjalanan ke rumah, sambil bersenda gurau di dalam mobil. Ketika mobil mereka melewati Flyover dari arah Balubur, sorot lampu mobilnya tanpa sengaja menerangi pinggiran Pasupati. Suasana dalam mobil yang tadinya ramai tiba tuba hening.

Semuanya memperhatikan seorang lelaki yang melambaikan tangan ke arah mobil mereka. Dia dengan motor di sampingnya berhenti di pinggir jalan. Lelaki yang masih muda itu berdiri sambil terus melambaikan tangannya seakan meminta mereka untuk menepikan mobil ke arahnya. Merekapun menepikan mobil dan memberi tanda lampu hazard. Pemuda itu menghampiri dan meminta tumpangan pulang karena motornya mogok. Namun mereka merasa ada yang aneYb dengan lelaki ini. Wajahnya pucat sekali, tatapan matanya kosong.

Tanpa pikir panjang mereka mempersilahkan lelaki ini masuk mobil. Lelaki itupun masuk dan duduk di kursi depan. Badannya basah. Lelaki itu tampak kedinginan hingga badannya gemetar. Lelaki itu menatap salah seorang diantara mereka yang sedang menyetir mobil, tampak mereka memasang wajah tegang. Suasana di mobil menjadi sangat tegang dan tanpa tawa lagi. Mereka semua memandangi orang itu secara bergantian. Lelaki itu tampak kedinginan. Mobil melaju kencang di Pasupati di tengah derasnya hujan. Sampai di RS. Hasan Sadikin laki laki itu terlihat membalik dan dia tak lagi kedinginan.

Dia hanya diam dengan pandangan lurus ke depan. ” Pak, Bapak mau ikut sampai mana?Mau saya antar?” Tanya salah satu dari mereka. Dia hanya diam dan hanya menunjuk ke arah depan. Mereka merasa ada sesuatu yang tidak beres. Sesuatu yang aneh dari lelaki ini. Wajah kekenam orang ini masih seperti yang tadi. Salah satu dari mereka menggeleng. Sepertibya memberi kode bahwa dia merasakan hal yang sama dengan si pengemudi. Si pengemudi menghentikan mobil tiba tiba. Laki laki yang duduk di sebelahnya kini sedang sibuk memegang darah yang berasal dari kepalanya. “Pak kepalanya kenapa?”Sambil ketakutan salah satu dari mereka bertanya kepada lelaki itu. Lalu di tengah derasnya hujan laki laki itu meminta turun dari mobil dan tidak mengatakan apa apa.

Dengan perasaan yang nggak karuan mereka melanjutkan perjalanan ke rumah Ari( salah satu diantara mereka). Kebetulan rumah Ari sedang tidak ada orang. Sesampainya di rumah mereka langsung masuk ke kamar Ari karena kelelahan. Nggak lama kemudian pintu rumah Ari ada yang mengetuk mungkin orang tua Ari sudah pulang pikir mereka. Ketika Ari membuka pintu, dia tidak menemukan siapapun. Namun dari kejauhan di pekarangan rumah Ari dia melihat sesosok makhluk memakai kain putih dengan muka pucat dan bercucuran darah dari kepalanya. Ternyata itu dalah orang yang tadi menumpang mobilnya namun berbentuk pocong. Makhluk itu berdiri dan melihat ke arah Ari dan dari kepalanya terus mengeluarkan darah. Ari hanya diam terpaku dan dia tidak ingat apa apa lagi. Pagi pagi dia terbangun ketika teman temannya masih tertidur. Dan beberapa hari kemudian mereka mendengan bahwa ada seorang laki laki yang mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari jembatan flyover Pasopati.

Jembatan Pasupati Kejadian seram ini terjadi pada tahun 2011. Malam itu pukul 10 ada 6 pemuda yang merayakan kelulusan sekolah. Mereka sangat asyik bercanda, sambil berbicara tentang rencana kuliah. Sebelum pulang ke rumah, mereka memutuskan makan malam terlebih dahulu hingga jam 12 malam. Malam itu Bandung sedang hujan lebat. Karena sudah larut mereka memutuskan melanjutkan perjalanan ke rumah, sambil bersenda gurau di dalam mobil. Ketika mobil mereka melewati Flyover dari arah Balubur, sorot lampu mobilnya tanpa sengaja menerangi pinggiran Pasupati. Suasana dalam mobil yang tadinya ramai tiba tuba hening.

Semuanya memperhatikan seorang lelaki yang melambaikan tangan ke arah mobil mereka. Dia dengan motor di sampingnya berhenti di pinggir jalan. Lelaki yang masih muda itu berdiri sambil terus melambaikan tangannya seakan meminta mereka untuk menepikan mobil ke arahnya. Merekapun menepikan mobil dan memberi tanda lampu hazard. Pemuda itu menghampiri dan meminta tumpangan pulang karena motornya mogok. Namun mereka merasa ada yang aneYb dengan lelaki ini. Wajahnya pucat sekali, tatapan matanya kosong. Tanpa pikir panjang mereka mempersilahkan lelaki ini masuk mobil. Lelaki itupun masuk dan duduk di kursi depan. Badannya basah. Lelaki itu tampak kedinginan hingga badannya gemetar. Lelaki itu menatap salah seorang diantara mereka yang sedang menyetir mobil, tampak mereka memasang wajah tegang. Suasana di mobil menjadi sangat tegang dan tanpa tawa lagi. Mereka semua memandangi orang itu secara bergantian. Lelaki itu tampak kedinginan. Mobil melaju kencang di Pasupati di tengah derasnya hujan.

Sampai di RS. Hasan Sadikin laki laki itu terlihat membalik dan dia tak lagi kedinginan. Dia hanya diam dengan pandangan lurus ke depan. Pak, Bapak mau ikut sampai mana?Mau saya antar? Tanya salah satu dari mereka. Dia hanya diam dan hanya menunjuk ke arah depan. Mereka merasa ada sesuatu yang tidak beres. Sesuatu yang aneh dari lelaki ini. Wajah kekenam orang ini masih seperti yang tadi. Salah satu dari mereka menggeleng. Sepertibya memberi kode bahwa dia merasakan hal yang sama dengan si pengemudi. Si pengemudi menghentikan mobil tiba tiba. Laki laki yang duduk di sebelahnya kini sedang sibuk memegang darah yang berasal dari kepalanya. Pak kepalanya kenapa?Sambil ketakutan salah satu dari mereka bertanya kepada lelaki itu. Lalu di tengah derasnya hujan laki laki itu meminta turun dari mobil dan tidak mengatakan apa apa. Dengan perasaan yang nggak karuan mereka melanjutkan perjalanan ke rumah Ari( salah satu diantara mereka). Kebetulan rumah Ari sedang tidak ada orang. Sesampainya di rumah mereka langsung masuk ke kamar Ari karena kelelahan. Nggak lama kemudian pintu rumah Ari ada yang mengetuk mungkin orang tua Ari sudah pulang pikir mereka.

Ketika Ari membuka pintu, dia tidak menemukan siapapun. Namun dari kejauhan di pekarangan rumah Ari dia melihat sesosok makhluk memakai kain putih dengan muka pucat dan bercucuran darah dari kepalanya. Ternyata itu dalah orang yang tadi menumpang mobilnya namun berbentuk pocong. Makhluk itu berdiri dan melihat ke arah Ari dan dari kepalanya terus mengeluarkan darah. Ari hanya diam terpaku dan dia tidak ingat apa apa lagi. Pagi pagi dia terbangun ketika teman temannya masih tertidur. Dan beberapa hari kemudian mereka mendengan bahwa ada seorang laki laki yang mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari jembatan flyover Pasopati.

3. Jembatan Cirahong

Jembatan Cirahong adalah perbatasan Ciamis – Tasikmalaya. Jembatan Cirahong adalah jembatan yang dibangun oleh Belanda pada saat penjajahan dan terkenal sangat angker. Pada suatmalam ada seseorang yang melintas di Jembattan tersebut. Dan tiba tiba ada yang mengambil foto jembatan tersebut, padahal waktu itu hanya ada satu orang, satu motor yang sedang melintasi jembatan tersebut. Tetapi di kamera motor itu nampak sosok hitam yang berada di ujung jembatan. Dan suatu malam ada 6 orang yang sedang melakukan ronda malam.

Tiba tiba ada suara kereta yabg suaranya sangat dekat tapi tudak kasat mata. Waktu keesokan harinya ke 6 orang tersebut sakit berminggu minggu. Pada minggu selanjutnya RT pun memanggil paranormal tapi tidak ada satupun yang berani.Lalu pihak Kecamatan Tasik mengundang beberapa media acara televisi untuk melakukan pembuktian dan hasilnya negatif. Dan dahulunya ada yang bunuh diri di jembatan Cirahong dan banyak sekali korban yang meninggal pada saat penjajahan tersebut akibat kelaparan. DOk situ juga pemandangannya sangat indah tetapi tempat itu sangat angkerkarena sudah ratusan orang yang meninggal dunia karena bunuh diri di Jembatan Cirahong tersebut.

Jembatan Cirahong Jembatan Cirahong adalah perbatasan Ciamis – Tasikmalaya. Jembatan Cirahong adalah jembatan yang dibangun oleh Belanda pada saat penjajahan dan terkenal sangat angker. Pada suatmalam ada seseorang yang melintas di Jembattan tersebut. Dan tiba tiba ada yang mengambil foto jembatan tersebut, padahal waktu itu hanya ada satu orang, satu motor yang sedang melintasi jembatan tersebut. Tetapi di kamera motor itu nampak sosok hitam yang berada di ujung jembatan. Dan suatu malam ada 6 orang yang sedang melakukan ronda malam. Tiba tiba ada suara kereta yabg suaranya sangat dekat tapi tudak kasat mata. Waktu keesokan harinya ke 6 orang tersebut sakit berminggu minggu.

Pada minggu selanjutnya RT pun memanggil paranormal tapi tidak ada satupun yang berani.Lalu pihak Kecamatan Tasik mengundang beberapa media acara televisi untuk melakukan pembuktian dan hasilnya negatif. Dan dahulunya ada yang bunuh diri di jembatan Cirahong dan banyak sekali korban yang meninggal pada saat penjajahan tersebut akibat kelaparan. DOk situ juga pemandangannya sangat indah tetapi tempat itu sangat angkerkarena sudah ratusan orang yang meninggal dunia karena bunuh diri di Jembatan Cirahong tersebut.

4. Jembatan Cincin

Jembatan Cincin terletak di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Jembatan ini dibangun tahun 1918 saat kita masih dijajah Belanda. Cerita horor ini dialami oleh Vina mahasisiwi di salah satu kampus ternama di Jatinangor. Pengalaman nyata ini terjadi pada tahin 2010. Hari iti sedang hujan deras. Hampir seharian mengguyur tanah Jatinangor dan sekitarnya. Saat itu jam 17.30 jalanan kampus terlihat sepi, hanya terlihat beberapa motor yang lewat. Karena mang hujan mengguyur sejak siang hari. Tubuh Vina cukup lelah karena memikul tas yang berisi banyak buku buku, lap top, setrikaan, ricecooker dan lain lain. Walaupun telah seharian beraktivitas di kampus, Vinaselalu jalan kaki ke kosannya. Karena memang tidak ada kendaraan menuju kosannya.

Sebenarnya ada tapi kendaraan itu akan memutar telalu jauh. Bituh 15 menit untuk sampai di kosan. Nama daerah kosannya adalah desa Cikuda. Ada sebuah jembatan yang menghubungkan desa dengan kampusnya. Sekilas jembatan ini mirip jembatan rel kereta api. Jembatan itu dulunya adalah jemvatan untuk urusan perkebunan namun sekarang jembatan itu adalah jembatan sehari bari yang harus dilewati. Ketika Vina hendak pulang ke kosannya dia bertemu dengan seorang teman perempuannya. Mereka pun terlibat perbincangan. “Kamu masih lewat jembatan ini kalo pulang maghrib, kan jembatan ini serem?” kata teman Vina. ” Alaaah kamu masih percaya hal begituan. Yah gimana lagi males kalo pulang naik angkot, muternya kejauhan. Mendin jalan kaki aja, aku juga udah biasa lewat situ. Hantunya juga paling males ngerjain aku”. Kata Vina. “Hush ngawur kamu, hati hati lho nanti kalo diikuti baru tau rasa.” Hahaa udah ah udah sore nih akyg duluan yah, mau nemuin hantu jembatan itu hahaha”.Vina merenungi kata katanya barusan yang terdengar seperti menantang. Tapi dia tetap berjalan.

Setelah sampai di Jembatan Vina menghentikan langkah menatap lurus ke depan. Kakinya tiba tiba saja kaku. Di depannya tampak sebuah jalan panjang yang di kanan kirinya terdapat jurang dibawahnya terdapat sawah sawah kecil dan makam warga. Tiba tiba Vina merasa sangat tegang. Hal ini tak pernah terjadi sebelumnya. Ia mengira hal ini terjadi karena sugesti yang berlebihan. Vina pun kembali menelusuri jembatan. Kaki kirinya mulai menapaki bibir jembatan. Dan kaki kanannya melanjutkan. Vina mulai berjalan menyusuri jembatan itu. Langit maghrib yang berwarna abu abu kelam seolah olah ingin menakut nakuti. Vina merasa kakinya ada yang menahan. Ia mulai merasa ketakutan. Terlebih lagi detak jantungnya yang memang sejak awal menapaki jembatan ini sudah begemuruh. Membuat nafas Vina tak lagi normal seperti memberikan sinyal.akan terjadi sesuatu di jembatan ini. Ketika din tengah jembatan tiba tiba pandangan Vina pun trrtuju oada sesuatu. Seorang perempuan yang berjongkok di depannya. Menghalangi kakinya untuk melangkah. Perempuan itu menelungkupkan kepalanya di atas lutut yang dilingkari oleh tangan.

Rambitnya yang panjang hampir menutupi punggungnya yang berbalut daster berwarna putih kecoklatan karena kotor. “Mbak permisi saya numpang lewat.” kkata Vina, tapi perempuan itu tetap menangis. Tubuh Vina kaku, perasaannya diliputi ketakutan. InOK sugesti dari perkataan yangbsembarangan tadi.”Mbaaak” Deg!!Tiba tiba perempuan itu mendongakkan mukanya ke arah Vina dengan tatapan mata yang merah dan emosi yang memuncak. “Maaaanaaa kang Daaarmaaan, manaaa kang Daaarmaaan.” Suaranya parau penuh dengan amarah. Vina melihat mukanya pucat dan bibirnya kering. Dia memegangi tangan sambil menjerit jerit. Di pergelangan tangannya terdapat luka merah melingkar seperti luka ikatan tali. Vina mengedipkan matanya berkali kali, tapi tetap saja pemandangan tang ada di depannya terlihat nyata. Kaki perempuan itu tidak menyentuh tanah. Dan lebih mengejutkan lagi dia menjerit jerit tidak jelas. Tiba tiba perempuan itu menjatuhkan diri ke bawah jembatan. Vina melihat badannya jatuh dan menghilangbsebelum.menyentuh dasar.

Badannya tuba tiba lemas, matanya berkunang kunang, dan semuanya hitam. Malam harinya Vina ditemukan pingsan oleh seorang ibu yang melintas di jembatan itu . Ibu itu khawatir dengan keselamatan Vina. Dia pun memanggil polisi dan membawanya ke rumah Sakit. Setelah kejadian itu Vina mencoba untuk mencari informasi tentang cerita cerita seram di jembatan itu. Diantara semua cerita seram yang didapat terselip sebuah cerita tentang Neng Asih. Hanya segelintir orang yang tahu cerita tentang itu. Menurut cerita itu Neng Asih mati bunuh diri di Jembatan itu puluhan tahun yang lalu. Mengenai Kang Darman yang disebut sebut oleh perempuan itu ternyata Kang Darman adalah seorang mandor yang menghamili Neng Asih namun Kang Darman meninggalkannya. Hal itu membuat Neng Asih terpukul dan bunuh diri.

compensation mesothelioma, mesothelioma attorney houston, mesothelioma attorney california, mesothelioma compensation, pleural mesothelioma stages, mesothelioma lawyer directory, mesothelioma lawsuit settlements, statute of limitations on mesothelioma claims, lawyers for mesothelioma, mesothelioma settlement fund