Home Fakta / Mitos Mitos Tentang Pantangan Di Pantai Selatan

Mitos Tentang Pantangan Di Pantai Selatan

Mitos Tentang Pantangan Di Pantai Selatan − Mitos yang satu ini telah banyak diketahui oleh banyak pihak bahkan mitos ini sudah terdengar hingga seluruh pelosok dalam negri.

Cerita ini diambil dari pengalaman seseorang yang pernah nemuin kejadian seperti ini dan inilah isi bukti dari narasumber tersebut.

Mitos ini udah terkenal bagi masyarakat sunda dan Jawa, seperti mitos dilarang berbicara Sompral, dilarang menggunakan baju atau celana hijau ketika berenang, Harus memberikan persembahan tiap tahun, dll. Tradisi ini masih diikuti sampai saat ini.

Pada dasarnya ane gak terlalu percaya tetapi orang-orang sekitar pantai Selatan (yang pernah ane kunjungin, Pangandaran dan Pelabuhan Ratu) pasti selalu mengingatkan agar kita selalu sopan ketika berwisata di wilayah itu. Selain itu ane juga sering denger cerita serem mengenai pantai selatan dari orang-orang yang “katanya” mengalami kejadian aneh langsung. Jadi, ketika ane dan pengurus sekolah tempat ane melakukan pelayanan sukarela pergi ke Pangandaran, ane dan orang rombongan ikutin saja anjuran mitos yang dipercaya warga sekitar, walaupun keyakinan ane jelas menolak mempercayai hal seperti itu. Acara waktu itu sukses dan menginspirasi pengurus sekolah untuk kembali wisata kesana, cuma kali ini bersama murid-murid sekolah.

Nah, disini mulai musibahnya, jadi ketika wisata, pada saat itu sebenarnya bertepatan saat satu hari sebelum hari nelayan, hari dimana akan dilakukan persembahan oleh para nelayan. Mereka udah mewanti-wanti kepada wisatawan agar hari itu tidak berenang dulu di pantai atau minimal jangan terlalu gegabah ketika berenang di pantai karena pantai saat itu sering minta korban jiwa.

Tapi Seperti biasa, murid sekolah tuh kan ada yang suka labil dan sompral, Ada salah satu murid ketika dipantai malah nantangin ratu pantai Selatan dan menyombongkan keberanian dia untuk berenang di pantai. Katanya sih dia gak percaya sama yang gitu-gituan jadi seenaknya aja ngmong asal.

Nah, Ketika dia berenang ke tengah, tiba-tiba dia berteriak minta tolong, dia berteriak kalau ada yang menarik kakinya ke dalam lautan, rombongan panik, Sedangkan gak ada warga yang nolong karena sudah memperingatkan sebelumnya, hingga ada salah satu temannya yang memberanikan menolong (nekat sih walaupun sudah diperingatkan sama warga agar jangan ditolong biar gak jatuh korban jiwa tambahan) dan kemudian malah ikut juga terseret lautan. ke duanya menghilang dilautan. Warga baru mencari mereka setelah hari nelayan, jasad temannya ditemukan dalam keadaan mengenaskan sedangkan yang nantangin jasadnya hilang.

Mau gak mau setelah kejadian itu ane jadi ikutan mempercayai mitos-mitos Pantai Selatan. minimal beneran deh jangan ngomong asaldisana. Bahaya!!!

Percaya atau tidak kita harus menghormati mitos ini dan bagaimanapun tentang mitos ini semua. ingat!! Hanya Tuhan Yang Maha Tau.